Berbicara tentang transaksi di lembaga keuangan syariah (LKS), maka sesungguhnya kita sedang berbicara tentang masalah formalitas dan substansialitas karena transaksi di lembaga keuangan syariah pada hakikatnya bukanlah merupakan suatu formalitas belaka, tetapi sesuatu yang bersifat substantif.

Jika diurutkan berdasarkan skala prioritasnya, masalah substantialitas adalah yang pertama. Kedua, barulah formalitas. Dalam hal ini dokumen hanyalah sebagai alat bukti dari transaksi. Oleh sebab itu adalah keliru apabila dalam implementasinya, LKS hanya fokus pada pemenuhan kelengkapan dokumen legalitas tetapi mengabaikan pemenuhan aspek substansialitasnya dalam sebuah transaksi.

Bagi seorang auditor di LKS, pemeriksaan terhadap dokumen penting untuk dilakukan agar dapat menilai apakah terdapat permasalahan yg bersifat substantif atau tidak, sehingga tujuan pemeriksaan dokumen bukan semata-mata untuk melihat aspek kelengkapan dokumen. Faktanya, jika suatu pembiayaan bermasalah secara substansinya, seringkali bermasalah pula pada kelengkapan dokumennya.

Disamping itu, penting pula bagi LKS, selain mengatur tentang kelengkapan dokumen, harus pula mengatur proses pelaksanaan suatu transaksi secara mendetil tahap demi tahap di dalam SOP nya.

Oleh: Ardiansyah Rakhmadi