Fatwa Al-Ma’ayir Asy-Syar’iyyah (AAOIFI) tentang Distribution of Profit in Mudharabah-Based Investment Accounts poin 4/9 menjelaskan:

“It is permissible for the accountholder to exit from the Mudarabah with all his funds or part of them. Such exit represents the desire
of the accountholder to redeem his share in the Mudarabah assets”

Fatwa diatas menjadi salah satu dasar diperbolehkannya akad syirkah yang bersifat penyertaan sementara (syirkah temporer). Dalam syirkah temporer, saat pemberi modal penyertaan sementara akan melakukan penarikan modal, maka besaran modal yang dapat ditarik adalah sebesar nilai dana (modal) yang disetorkan diawal. Hal ini dikarenakan pemberi modal penyertaan sementara tidak diakui sebagai pemilik usaha. Dengan demikian tidak dilakukan valuasi atas modal yang disertakan.

Kebolehan syirkah temporer ini juga tercakup dalam fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN):

1. Nomor 02/DSN-MUI/IV/2000 Tentang Tabungan.

2. Nomor 03/DSN-MUI/IV/2000 Tentang Deposito.

Skema syirkah temporer dapat diaplikasikan pula dalam aktivitas pembiayaan, baik dalam bentuk akad syirkah mudharabah atau syirkah ‘inan (musyarakah).

Oleh: Ardiansyah Rakhmadi

Artikel https://ardiansyahrakhmadi.com